Rabu, 08 Juli 2015

Do you really love this town or are you just stuck here?

Tulisan ini gue tulis sebagai orang Jakarta, yang dibesarkan dari kecil disini, dan terus berusaha survive di sini.

Pertanyaan itu berulang kali muter di kepala gue, apalagi akhir-akhir ini.. dimana lalu lintas makin gila, dan keluhan orang-orang terdekat tentang gimana mereka pengen pindah dari sini..

Tapi setelah direnungi lagi.. bener gak sih mau pindah? rasional gak sih? worth it gak sih?

Gimana kalo cuma emosi? kaya lagi ngambek sama pacar terus gak mau ketemu? sama kaya lagi penat banget sama macet terus pengen pindah? kalo udah pindah terus ternyata Jakarta itu yang paling pas sama lo gimana?

Sometimes we took the one we love for granted.. dan pindah kota bukan pilihan yang mudah.. iya kalau nothing to lose, iya kalo memang pindah kota karena sudah tidak ada yang bisa dilakukan disini dan tidak bisa bersaing.. iya kalo for the sake of adventure and nothing is at stake.

Gue pindah kota artinya tidak ada lagi Pee Wee Gaskins untuk gue.. atau tidak ada lagi gue untuk Pee Wee Gaskins.. 8 tahun membangun itu dengan sahabat-sahabat gue bukan sesuatu yang mudah dilepas.. dimana di situlah gue berkontribusi sesuatu yang selamanya tidak akan bisa ditukarkan dengan nilai apapun.. sebuah kecintaan yang tulus..

Tapi di sisi lain, gue juga gak bisa memikirkan diri gue sendiri.. bagaimana jika orang terdekat tidak nyaman lagi di sini?

Cus everytime they whine, it just keeps bringin me down.


Jakarta, cinta dan benciku seimbang untukmu.

They say, everybody is stuck here in Jakarta, well.. everything is IN Jakarta.

Business, entertainment, women, drugs (lol).. all in Jakarta.

Semua kebutuhan gue, bisa dapetin di sini.

It's not all about business.. walaupun when it comes to growing up children kayanya gue milih kota lain, mungkin Bali atau Bandung.. but i don't have any yet..

I don't know, i see myself as a highly adaptive person.. I can survive everywhere in the world.. Well.. siapin mentalnya dulu dan dipertimbangkan matang-matang dulu.


So.. what are your thoughts? leave comments please.

17 komentar:

tengku maharani mengatakan...

Keren! Terus nge blog bang

septian susada mengatakan...

Memang berat bang.. kita besar dikota kelahiran kita sendiri, tumbuh disini dan berusaha sukses juga disini.. sama kayak gue yg pengen banget kesitu untuk mengejar mimpi gue, tapi gue kembali mikir berulang2 kali untuk bener2 pergi kesitu.. karena gue udah nyaman di sini, meskipun gue bukan lahir disini, tapi di kota ini gue besar dan tumbuh, sekolah disini, baik buruk gue lakuin dikota ini dan temen2 gue semua disini.. kalau udah nyaman dan enak kenapa harus pindah?

Memang terkadang kita jenuh dan muak dengan pemerintahan dan keadaan kota kita, yg tidak sesuai dengan harapan kita.. itu yg membuat kita merasa harus pindah.. tapi kalau emang disini kita bisa tumbuh dan berkembang.. dan nyaman dengan semua aktifitas kita dan orang2 yg ada disini.. kenapa harus pindah? :)

Jonathan Andiga S. mengatakan...

For me personally, jakarta is my daily needs. I was born and grew up in this town. Fed by my parents in this town. Going crazy in this town. Studied in this town. And jakarta also made me know ex-The Most Hated Band in Town called Pee Wee Gaskins haha so whatever they said about jakarta, i leave in a cool place. Kota ini udah berjasa banget buat gue dan keluarga gue. Dan suatu saat gue percaya kota ini akan setara dengan Tokyo Jepang, London Inggris, Vancouver Canada. Hanya tinggal menunggu masyarakat nya untuk sadar dan mulai berbenah :)

Anggie Ariesta mengatakan...

Ya jakarta udah jadi kebiasaan sih.. biarpun buruk juga masih dijalanin... well, dapet pencerahan lagi. Thx bang...

Arisna Pratiwi mengatakan...

aku sendiri tinggal di kota kecil di bali kadang ngerasa gak nyaman karena susah dpt ini itu tapi ketika harus pindah ke kota yg lebih besar justru nggak nyaman. Mungkin karena kebiasaan dengan segala hal yg ada di kota kecil ini. Beberapa tempat hanya bagus untuk liburan bukan untuk ditempati. Instead of how much I hate this town, everywhere I go I'm gonna end up realizing how much I miss this town.

Dimaz Triananda mengatakan...

Bang, gw lahir di Bandung, lama tinggal di Solo dan besar di Balikpapan. Jujur gw orang yg stuck berpindah, karena bukan gw yg nentuin tempat dimana gw tinggal, tapi cuma mengikuti kemana keluarga pergi untuk tinggal. Dan gw berusaha nyaman dengan lingkungan. Dan gw sadar, yg bikin nyaman itu bukan tempat, tapi keluarga, teman2, dan kebiasaan yg sering gw lakukan bareng mereka. Akhirnya sekarang gw balik lagi ke Solo untuk kuliah, jauh dari orang tua. Semoga itu yg bikin gw deket sama mereka dan dapet temen baru. Merubah stuck menjadi kota tujuan yg bisa dihidupi sampai dicintai mencintai.
Btw, pee wee kapan ke Solo bang? Hehe

Fahri Zani Akhmad mengatakan...

cek sinii mennn

Utami PratiwiPutri mengatakan...

besar dan berkembang di beberapa tempat berbeda malah bikin gue pengen stuck di satu tempat aja kalo bisa. it's just hard to start something new in a total strange place again and again.
menetap di apapun itu pasti akan selalu ada dampaknya. whether it's a city, a country, a person, a moment.
gue sendiri lebih nyaman di tempat yg familiar sih, krna gue emg bukan org yg gampang adaptasi-,-

bayu pramono mengatakan...

gpp lah klo cuma buat cari suasana baru mah

The Alter Ego mengatakan...

i have this same thoughts in my first college drop out. i born and grew up in surabaya,and i have nothing in my mind that someday i would leave this city before.all of my life been written in every corner of this city. but couple years ago, i confronted with the situation where i have to leave the city because i cannot bear the people anymore. but in the deepest heart i knew i couldn't really abandoned this city completely. so i flew, and live in another city for couple of years. it's been fun for awhile, but then i realized there are lot of things treated differently from the city i grew up ; the rules,cultures,neighborhood etc etc. and from that perspective i finally could see how valuable my hometown is. there's a saying that says "go travel. because soon when we get home, home is still the same. but something in our mind has been changed, and that's changes everything." it is, indeed. long story short, after i went back to start living in surabaya, everything looks new. like there are lot of things to explore, yet you have already knew every corner of the city. it's like you play a brand new, old remaking game. it's still like your favourite game you played, only better.

The Alter Ego mengatakan...

i know it's hard to abandoned what you had in the city you grew up. but in my opinion, seeing things from different eye is worth the shot

it's Dinno Teennis mengatakan...

sebenarnya kalau lu pindah juga bukan sekedar bawa badan doang kan bang. mgkn bgt lu pindah dr jakarta dan bawa mimpi2 lu yang bisa lu bangun di kota lain. dan gw yakin lu bisa! tp hal yang paling sulit dibayangkan yaitu dochi tanpa pwg atau sebaliknya. lu dengan embel2 pwg udah banyak menginspirasi anak2 muda di berbagai belahan dunia, sayang kalau harus berganti cerita bang

Lupi Akbar mengatakan...

Kayanya bandung ide yg bagus.. lagi pula juga ga terlalu jauh dari jakarta..

Rachi mengatakan...

gue juga dibesarin di jakarta bang. dari tk sampe sma sampe akhirnya kuliah gue harus pindah ke semarang. awalnya gue emang excited ya itung itung mau cari yang beda dari jakarta lah kaya pengen cari suasana baru. emang di suatu tempat pasti ada plus minusnya. di semarang jelas lebih tertib lalu lintasnya. tapi gue ga bisa munafik di jakarta emang apa aja ada. itu yang selalu bikin gue ga sabar pulang. apalagi di jakarta ada keluarga dan temen-temen yang lebih care bang, kerasa banget di sini orangnya beda lah. ya balik lagi bang kadang emang suatu tempat itu ga nyaman, tapi orang orang di dalamnya bisa bikin kita betah tinggal di sana

mo vin mengatakan...

yup ke jogja bakalan gue sambut dg senang hati

Unknown mengatakan...

Pindah ke bali sini bang :D

Ilham Rasyidi mengatakan...

Bang. I love u