Kamis, 01 Oktober 2015

BAND 101: Apakah band butuh pemimpin?

“Aku punya band, aku harus ngapain ya?”

Sebuah pertanyaan yang lumayan sering ditanyakan ke gue belakangan ini. Menarik.
Tapi ya jawabannya kembali ke si penanya, mau dibawa kemana band nya?
Nah ini postingan pertama gue di sini, dalam kesempatan ini gue mau bahas sedikit tentang suatu hal yang dinamakan ego.

Sering sekali gue denger curhatan seorang fans, dia punya band, tapi di dalam band tersebut susah banget menyatukan kepala mereka, semua egonya besar sekali.
Well, ego itu gak selamanya hal yang buruk. Ego yang nyetir seseorang untuk menjadi seperti apa yang dia mau. Bisa dibilang, ego ini bahan bakar untuk terus berjalan.
Tentu saja, ego yang berbeda arahnya pasti juga berbeda. Itulah kenapa kapal cuma ada 1 nahkoda. Begitu juga idealnya sebuah band.



Atau gampangnya gini deh, pernah kepikiran gak kenapa motor setirnya cuma satu? Ya bayangin aja kalau setirnya ada dua, gak akan nyampe-nyampe tuh apalagi kalo masing-masing yg nyetir beda tujuan.

Cari 1 orang dengan ego yang paling besar dalam band, tunjuk dia menjadi nahkoda. Band itu sebuah team, dan sekali lagi, team butuh pemimpin.

Kenapa butuh pemimpin?
Sebuah band tanpa pemimpin biasanya tidak ada ambisi.




Band yang berjalan dengan system total demokrasi alias semua berdasarkan voting terbanyak untuk mengambil keputusan  biasanya akan berahir stagnan dan lambat pergerakannya.
Logikanya seperti ini. Ada 10 orang di dalam kelas, diantaranya ada 2 murid pintar, yang lainnya rata-rata. Kalau voting dan mayoritas tidak setuju dengan suara minoritas, belum tentu keputusan yang diambil adalah keputusan yang bijak, bukan?

Pemimpin harus bisa mengambil keputusan.

Pemimpin gak harus yang paling jago main alat musik. Tapi balik lagi ya, band itu kumpulan orang yang bermain musik, jadi ambisi saja tidak cukup, bakat jangan lupa diasah. Berlatih dan berlatih.

Seorang pemimpin harus professional.

Perlu di ingat bahwa bermusik adalah karir dengan tantangan yang sangat besar yang membutuhkan banyak pengetahuan, bertahun-tahun latihan, disiplin, kreatif, dan kemampuan berorganisasi. Untuk dihargai, seorang pemimpin harus punya sifat professional. Tepat waktu, organized, dan siap menghadapi masalah.

Seorang pemimpin harus punya kesabaran.

Membutuhkan banyak waktu untuk mencapai impian dalam sebuah band, kalau grasak-grusuk cepet capek dan akhirnya cepet nyerah juga. Sabar. Nikmatin perjalanan dari sebuah band. Banyak berlatih, ciptakan suasana nyaman dalam sebuah band. Latihan, latihan, dan latihan.

Seorang pemimpin harus punya rasa hormat.

Seperti halnya dalam sebuah hubungan, semua ekspektasi harus dibahas. Ingat bahwa setiap musisi punya bakat, ide, personal goal, dan gairah yang berbeda. Biarkan itu berkembang. Sikap menghargai ini akan membuat band penuh dengan energi positif dan ide yang segar. Berikan motivasi.

Seorang pemimpin harus bisa berpikiran terbuka.

Gaya berfikir orang pasti berbeda. Adain sesi brainstorm. Bertukar pikiran, lihat dari perspektif yang berbeda. Biarkan semua berkontribusi. Dan pada akhirnya, ambil keputusan.

Seorang pemimpin harus bisa melihat gambar besar.

Tentukan arahnya mau kemana, lihat gambar keseluruhannya tapi jangan luput hal kecil yang mesti diperhatikan. Pay attention to small details. Pada akhirnya seorang pemimpin harus bisa mewujudkan, menjelaskan konsep, dan tentukan apa yang harus dilakukan kedepannya.
Kadang kewajiban pemimpin terlalu banyak, yang berikutnya harus dimiliki seorang pemimpin adalah kemampuan untuk mendelegasi.

Seorang pemimpin juga harus sadar diri. 

Bahwa sebuah band bukan mesin, dan pemimpin bukan seorang dictator.  Walaupun kadang tidak setuju dengan pendapat yang lain, at least dukung pendapatnya dan ingat, perlakukan orang sebagaimana lo mau diperlakukan.



Yang paling penting,

Seorang pemimpin harus jadi motivator.

Semua proses yang terjadi dalam perjalanan sebuah band, nikmatilah. Perjalanannya gak selamanya menyenangkan. Jadi mesti sabar-sabar. Hehe.
Nah, jadi kalo punya band, sekarang tunjuk siapa yang jadi pemimpinnya. Ingat, nahkoda kapal itu 1, dan masakan juga rasanya akan aneh dan tidak enak kalau juru masaknya banyak.

Semua orang bisa menjadi pemimpi, tapi gak semuanya bisa jadi pemimpin.

baca postingan gue di www.ngapainaja.com

5 komentar:

Nugroho Tri Hutomo mengatakan...

mas bikin buku everything about you

Ivan Sadewo mengatakan...

thanks infonya mas, jangan lupa visit blog saya : fullysofts.blogspot.coma

hendi priatna mengatakan...

Keren banget. Saya lagi belajar menulis.
Mungkin bisa mampir ke ihengdc.blogspot.com.
Itu tulisan pertama dan kayanya harus banyak direvisi.
Senang rasanya kalau bisa dibantu. :)

muhamad iqbal mengatakan...

Setelah baca ini, gw langsung keinget Tom Delonge bang. Dia punya banyak ide yang menurut dia bagus buat blink. Hasilnya bisa keliatan di album Neighborhood. Album yang banyak orang bilang gak Blink banget. Sampai Travis sama Mark akhirnya ngomong kalo di album tersebut mereka ngalah ngikutin kemauan Tom, walaupun Tom masih nerima ide Mark sama Travis. Dan pada akhirnya Mark sama Travis bilang kalo mereka gak pengen ngikutin kemauan Tom lagi dan itu dijadiin salah satu alasan kenapa Mark sama Travis "pecat" si Tom dari Blink. Kalo menurut lo, apa ego si Tom memang bener2 bikin dia keluar dari Blink, atau memang Mark dan Travis aja yang gak pengen ada orang yang dominan di Blink?

Annisa Cikal Rambu Bassae mengatakan...

Wooooow keren bangeeeeettttt

penghilang bekas koreng