Sebelum ada Anila, Oggy hadir di hidup kami dan mengajarkan kami tanggung jawab dan compassion, sebelum akhirnya dikasih anak di tahun ke dua pernikahan kami, terlebih untuk Tasya yang pasca menikah merasa lebih all out, serasa lepas dari semua aturan rumahnya, punya anak rasanya bukan pilihan 😂. Oggy tidak sempurna, walaupun kupingnya besar tapi dia tidak bisa mendengar. Tidak bereaksi sama suara.

 

Kalau ngga ada Oggy, mungkin hubungan kami udah chaos. He is here with us for a reason, a good cause dan kami rawat dia dengan sebaik-baiknya.

Awal kehamilan Tasya mikir kalo dia udah pasti cesar, karena ketakutannya ngga akan bisa melewati proses persalinan. 

"Gimana kalo aku pingsan di tengah jalan? Ada ngga sih orang yang panik waktu bersalin terus ngga kuat?" Pertanyaan-pertanyaan seperti itu ngga jarang keluar dari dia. Untungnya kami ketemu Dokter Achmad yang pro-normal. Tau ngga kalo di luar negeri cesar itu bukan pilihan? Kalau bisa normal, dan tidak ada keadaan darurat, cesar itu tidak boleh. They encourage mothers to do normal labor. Did I tell you about how Tasya is very afraid of needle? Akhirnya bukan "cesar awalnya doang ngga sakit tapi setelahnya sakit" yang membuatnya memutuskan untuk mempersiapkan diri untuk lahiran normal, tapi karena tau kalo cesar dia diinfus. Yes, ada yang buat dia lebih takut dibandingkan disuntik -- diinfus.

Gue menemaninya mencari info sebanyak-banyaknya. Dari ILA, epidural, episiotomi -- yang artinya kalian Google sendiri aja -- sampe child birth education, pengetahuan laktasi, hypnobirth, dan segala ina inu tentang lahiran dan bayi. Walaupun gue tau dia takut, tapi gue tau juga kalau dia mempersiapkan diri, dan itu yang bikin gue selalu ada di belakang dia, untuk mendorong dan jalanin ini bareng.

Sesekali kami liburan supaya Tasya ngga stress, kemana aja Anila waktu di dalam perut?

 

Nonton MMA di JCC Senayan. Tapi ngga sampe abis, baru sampe fight ke 3 Tasya ngga betah dan mau pulang. Ini saat-saat Tasya masih menolak jadi Ibu. It was the worst. But this too shall pass.

 

Main ice skating di Bintaro Xchange. She's pretty good for a newbie sedangkan kaki gue terkilir di sini karena salah jatuh. Haha.


Berenang di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan. Setelah Pee Wee Gaskins manggung di Rock In Celebes Makassar, kami naik mobil 4 jam ke Tanjung Bira.



Makan steak di Bandung. Om Dendy megang franchise Holyribs dan kami nyobain ke sana.

 

Nyantai di Jogja. Pee Wee Gaskins main di Jogja dan Tasya ikut. Sekalian extend beberapa hari karena sekalian opening store SSUNDAYY© Jogja di Seturan. Cerita lepas bisa liat di sini https://steller.co/s/6VP7FHpF77r dan https://steller.co/s/6V7RWHAMdye untuk hotelnya.

 

Ngadem di Kyoto. Karena Jakarta panas kami cari tempat terdekat yang ada winter, so we flew to Japan.


Makan Takoyaki di Osaka. The best.



Makan tempura di Tokyo sama Bakky & istri. Pertama ketemu Bakky di Jakarta, waktu itu dia masih kerja di Jakarta dan ternyata temennya anak-anak Totalfat, dan waktu Totalfat main di Jakarta dia ikut, we became friends.



Ketemu Hachiko di Shibuya.

 

Jalan-jalan hamil di Omotesando. Dia seneng banget akhirnya perut keliatan gede di foto. Hari ini usia kehamilan 23 minggu.

 

Ngopi sama Eliott Blessthefall & pacarnya di Dover Street Market. Ini ke dua kalinya ketemu Eliott di Jepang, pertama taun 2013 (atau 2014?) waktu Blessthefall main bareng Coldrain di Tokyo. 

 

Ujan-ujanan di Harajuku.


Ghibli Museum di Mitaka.



Laundry di Minato.

 

Naik sepeda di Sasazuka.

 

Nonton Tycho di Shinagawa.

 

Grocery shopping di Costco.

 

Pergi sama Ibu ke Central Park.

Oh baby, the places you'll go..


End of part 2.


Looking Back: Sebelum Anila (part 2)

Sebelum ada Anila, Oggy hadir di hidup kami dan mengajarkan kami tanggung jawab dan compassion, sebelum akhirnya dikasih anak di tahun ke dua pernikahan kami, terlebih untuk Tasya yang pasca menikah merasa lebih all out, serasa lepas dari semua aturan rumahnya, punya anak rasanya bukan pilihan 😂. Oggy tidak sempurna, walaupun kupingnya besar tapi dia tidak bisa mendengar. Tidak bereaksi sama suara.

 

Kalau ngga ada Oggy, mungkin hubungan kami udah chaos. He is here with us for a reason, a good cause dan kami rawat dia dengan sebaik-baiknya.

Awal kehamilan Tasya mikir kalo dia udah pasti cesar, karena ketakutannya ngga akan bisa melewati proses persalinan. 

"Gimana kalo aku pingsan di tengah jalan? Ada ngga sih orang yang panik waktu bersalin terus ngga kuat?" Pertanyaan-pertanyaan seperti itu ngga jarang keluar dari dia. Untungnya kami ketemu Dokter Achmad yang pro-normal. Tau ngga kalo di luar negeri cesar itu bukan pilihan? Kalau bisa normal, dan tidak ada keadaan darurat, cesar itu tidak boleh. They encourage mothers to do normal labor. Did I tell you about how Tasya is very afraid of needle? Akhirnya bukan "cesar awalnya doang ngga sakit tapi setelahnya sakit" yang membuatnya memutuskan untuk mempersiapkan diri untuk lahiran normal, tapi karena tau kalo cesar dia diinfus. Yes, ada yang buat dia lebih takut dibandingkan disuntik -- diinfus.

Gue menemaninya mencari info sebanyak-banyaknya. Dari ILA, epidural, episiotomi -- yang artinya kalian Google sendiri aja -- sampe child birth education, pengetahuan laktasi, hypnobirth, dan segala ina inu tentang lahiran dan bayi. Walaupun gue tau dia takut, tapi gue tau juga kalau dia mempersiapkan diri, dan itu yang bikin gue selalu ada di belakang dia, untuk mendorong dan jalanin ini bareng.

Sesekali kami liburan supaya Tasya ngga stress, kemana aja Anila waktu di dalam perut?

 

Nonton MMA di JCC Senayan. Tapi ngga sampe abis, baru sampe fight ke 3 Tasya ngga betah dan mau pulang. Ini saat-saat Tasya masih menolak jadi Ibu. It was the worst. But this too shall pass.

 

Main ice skating di Bintaro Xchange. She's pretty good for a newbie sedangkan kaki gue terkilir di sini karena salah jatuh. Haha.


Berenang di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan. Setelah Pee Wee Gaskins manggung di Rock In Celebes Makassar, kami naik mobil 4 jam ke Tanjung Bira.



Makan steak di Bandung. Om Dendy megang franchise Holyribs dan kami nyobain ke sana.

 

Nyantai di Jogja. Pee Wee Gaskins main di Jogja dan Tasya ikut. Sekalian extend beberapa hari karena sekalian opening store SSUNDAYY© Jogja di Seturan. Cerita lepas bisa liat di sini https://steller.co/s/6VP7FHpF77r dan https://steller.co/s/6V7RWHAMdye untuk hotelnya.

 

Ngadem di Kyoto. Karena Jakarta panas kami cari tempat terdekat yang ada winter, so we flew to Japan.


Makan Takoyaki di Osaka. The best.



Makan tempura di Tokyo sama Bakky & istri. Pertama ketemu Bakky di Jakarta, waktu itu dia masih kerja di Jakarta dan ternyata temennya anak-anak Totalfat, dan waktu Totalfat main di Jakarta dia ikut, we became friends.



Ketemu Hachiko di Shibuya.

 

Jalan-jalan hamil di Omotesando. Dia seneng banget akhirnya perut keliatan gede di foto. Hari ini usia kehamilan 23 minggu.

 

Ngopi sama Eliott Blessthefall & pacarnya di Dover Street Market. Ini ke dua kalinya ketemu Eliott di Jepang, pertama taun 2013 (atau 2014?) waktu Blessthefall main bareng Coldrain di Tokyo. 

 

Ujan-ujanan di Harajuku.


Ghibli Museum di Mitaka.



Laundry di Minato.

 

Naik sepeda di Sasazuka.

 

Nonton Tycho di Shinagawa.

 

Grocery shopping di Costco.

 

Pergi sama Ibu ke Central Park.

Oh baby, the places you'll go..


End of part 2.


8 komentar:

dika novriyanto mengatakan...

Anila Dr masih diperut udah diajak jalan terus, pas besar kemungkinan suka traveller​ ni bang , hehehe keren

inung mengatakan...

GUE HARUS KASIH TULISAN LU YANG PART 1 DAN PART 2 INI KE SUAMI GUEEEEEEHH....!! LAGI COOOOD LAGI....!!

harsenn mengatakan...

Jadi pengen cepet nikah 😅

Rene Santa mengatakan...

It answers all of the questions bang. Anila is a proud daughter. Selamat untuk berkah baru dalam hidup bang dan semangat terus buat belajar merawat anak✨✨✨

keytsara mengatakan...

Lanjutinnnn bang~ selalu penasaran sama ini

Ray Chairil mengatakan...

Are you seriously? EIiott blessthefall Oh god please :(

Ozie Kuswara mengatakan...

suami siap tanggap mas :D

Putri Wulan mengatakan...

sweet bgt. duhh semoga nyusul dung lagii 🙇🏼‍♀️