Jumat, 11 Maret 2016

A Youth Not Wasted

Udah lama gak update blog, yaudah sekalian mau cerita proses pembuatan A Youth Not Wasted aja.. Jadi udah 6 tahun sejak Pee Wee Gaskins terakhir ngeluarin full album di 2010, Ad Astra Per Aspera. Tadinya next album rencananya berjudul Epilog, sebagai album perpisahan sama Alfarecords, label yang menaungi Pee Wee Gaskins selama 3 tahun. Ternyata kita tidak harus membuat Epilog untuk menyelesaikan kontrak, karena akhirnya DVD Live bisa dianggap sebagai penutup quota kontrak album. Well, sejujurnya kalau Epilog keluar gue akan sangat tidak puas. There was nothing new about that album. The sound we made, the songs we played, the graphics, the concept, nothing interested me personally. We needed something more, we needed something fresh, so we waited for so long to prepare for a new release. Tapi supaya gak absen karya, kami selalu ngeluarin EP di tiap ulang taun Aldy. Pertamanya kebetulan, tapi akhirnya dijadiin ritual aja. YAIGS EP 2012, Transit EP 2013, dan Extended Play (EP) 2014.


Sejak Rufio ke Jakarta dan Bali (lupa tahun berapa, mungkin 2009?) gue masih suka ngobrol-ngobrol sama Scott Sellers, gue dan Scott berteman cukup baik dan sering berhubungan via facebook dan whatsapp, tidak hanya urusan band, tapi kadang juga ngomongin hal gak penting, you know just daily what nots. Sampai akhirnya tahun 2014 Scott menawarkan mixing dan mastering di dia kalo mau keluarin album baru.

Scott tinggal di Rancho Cucamonga, California.


 Di tahun 2014 juga studionya Aldy, Beatspace, jadi. Kami mulai ngumpulin materi baru dan ngerekam ulang lagu yang mau dirilis di full album. Sambil nyicil, gue kirim beberapa materi ke Scott via Dropbox dan dia utak-utik dan kasih masukan. He liked it. Proses pembuatan album ini tidak seperti biasanya. Biasanya kami jamming di studio bikin lagu, terus lagu itu langsung kami rekam, dan ada deadline, The Sophomore kami selesaikan 3 bulan, dari pembuatan lagu sampai mastering, Ad Astra Per Aspera juga kurang lebih 3 bulan. Di pembuatan album ini, misalnya ada yang punya ide lagu, ngerekam demonya di rumah masing-masing, simpel; pake voicenote di handphone, lalu dibawa ke studio untuk dikasih denger ke Aldy, lalu Aldy langsung bikin aransemen drum dari awal lagu sampai habis, tanpa guide gitar. Jadi dia dengerin voicenotenya, diafalin partnya, dan take drum cuma dengerin metronome. Setelah itu, Ayi take guitar yang udah ada drumnya. Waktu Ayi take juga dia take sendiri, jadi gak ada intervensi dari personil lainnya, pure ide dia, kreatifitas dia, dan ide dia. Setelah Ayi, Sansan take gitar dia dengan proses yang sama, lalu gue take bass. Gue gak tau notasi yang dimainkan Ayi dan Sansan di tiap lagu, jadi setiap mau take gue kulik dulu kuncinya, lalu gue isi semau gue. Setelah gue selesai baru Omo take part dia. Selanjutnya vokal, 1 hari cuma boleh isi 1 lagu, supaya power dan mood terjaga. Saat dimana kami ketemu di studio bareng biasanya pas mau take vokal, Sansan dan Omo biasanya nanya grammar check untuk lagu bahasa Inggris yang mereka tulis, gue tambahin beberapa bait, dan lagu yang belum ada liriknya gue bikin di studio sebelum take, salah satunya Kertas Dan Pena. Proses ini berjalan santai, kami mulai recording 2014 awal dan selesai pertengahan 2015. Kami punya 15 lagu materi album, dan 60% lagu yang sudah kami simpan sebelumnya.

Penting: bikin kartu nama, tukeran kartu nama.
Scott mulai ngerjain contoh mixing beberapa lagu, salah satunya Sassy Girl yang pernah rilis duluan untuk Hai, itu hasil mixing dia, we liked it, tapi kurang puas. Sambil berjalan, kami mulai mikirin ini nanti rilisnya gimana, mau rilis sendiri dengan kapasitas seadanya, nanti ujung-ujungnya belum merata distribusinya udah dibajak duluan. Sayang soalnya, dengan animo yang segitu besar, kalau album baru keluar banyak sekali yang pengen punya tapi kalau album gak tersedia dengan baik, akhirnya mereka akan ambil dengan cara download ilegal. We needed a label. We needed a label with good reputations, we needed a label with good networking, and we needed a strategy. Sebagai digital strategist Pee Wee Gaskins gue mulai cari cari dan bikin plan untuk album ini. Lalu gue inget beberapa tahun silam, ketika Pee Wee Gaskins main di Manila untuk Sonic Boom Fest, ada satu orang yang mingle, kata temen gue yang band lokal sana, Typecast, dia orang label, lalu diakhir obrolan kami tukeran kartu nama, ternyata he works for Universal Records (Philippines). Lalu saat pertama kali gue ke Tokyo untuk Punk Spring (diundang untuk nonton, yang pada akhirya membawa Pee Wee Gaskins kesana setahun setelahnya untuk Summer Sonic) gue ketemu beberapa orang label lagi, ada Hopeless Records, Sony Music, dan lagi-lagi, Universal Records.


2013, katanya ada orang Hopeless Records Asia nanya-nanya Pee Wee Gaskins, dan akhirnya gue ketemu orangnya, Sameer Sadhu, dia megang Hopeless Asia (Exclude Jepang) dan base nya di Singapur. We hung out quite a lot and talked about possible projects in the future, salah satunya Pee Wee Gaskins sign sama Hopeless, tapi Hopeless masih fokus untuk rilis band US yang sudah established. Akhirnya kami cuma mewakili scene South East Asia aja. If ever we need help from them, or they need help from us, we got each other's backs. It's still super cool.

Di tahun yang sama gue diundang lagi ke Jepang untuk Punk Spring, jadi gue berangkat kesana sekalian main akustik 2x disana, yang satu lagi bareng idol group lol. Anyway, Punk Spring was fun, i get to meet and mingle with NOFX, Weezer, Lagwagon, Mayday Parade, and Akihiro Namba from Hi-Standard. How come, you ask? They gave me this super cool pass. Back stage selalu jadi momen yang penting karena gue bisa ketemu dan kenal orang industri disana. Selalu bawa kartu nama di momen seperti ini. Eventhough it's always tempting to take pictures with them, keep this as a priority: make sure they know your name and who you are and what you do. It'll last longer than just pictures.

me, too drunk to remember.
Selain back stage, momen penting lainnya gak akan gue lewatin dalam kesempatan kaya gini adalah after party. Karena gue akan ketemu lagi orang-orang itu dalam keadaan yang lebih santai. And since I already left an impression, gak akan susah untuk mulai ngobrol lagi. Kali ini gue ketemu beberapa orang label lagi yang sebelumnya gue temuin di back stage. Salah satunya? Yes. Ada orang Universal Records lagi. Mereka mau denger materi Pee Wee Gaskins, gue kasih denger You And I Going South, they liked it. Mereka rekomendasi untuk temuin Universal Indonesia. Tapi waktu itu belum kepikiran mau rilis sama Major.

Sesampainya di Jakarta biasanya gue akan keluarin "koleksi" kartunama dan gue email kalau gue udah balik ke Jakarta. Basa basi sih, like "hey i'm back in Jakarta now, it was nice to meet you, much gratitude" biar nyantol nama gue heheh.

Ok balik lagi, jadi materi A Youth Not Wasted udah kelar, terus dapet email dari Nukui Bogard, dia sempet nonton Pee Wee Gaskins waktu di Jepang, katanya dia suka dan mau bikin artwork, awalnya buat merchandise, tapi mumpung lagi mau keluarin album akhirnya gue tawarin untuk kerjain artwork album, dan dia mau. Gue gak brief banyak, tapi sepertinya dia research sendiri dan kirim beberapa artwork yang langsung kami suka. Sebelumnya dia pernah ngerjain artwork MXPX, NOFX, Lagwagon, Bowling For Soup, UK SUBS, dll. Pretty cool, huh?

Rekap: kami punya 15 lagu siap rilis, artwork udah setengah jadi, rilisnya gimana? Rino sempet ngajuin sebuah nama Major Label, tapi dealnya kurang bagus. Sempet ketemuan juga sama Erix Soekamti minta diproduserin, tapi dia maunya materi baru semua dan di take ulang sama dia. We didnt have the time dan sayang lagu-lagu yang udah siap ini. Jadi kami simpan saja untuk kerjasama berikutnya. Lalu sambil cek instagram ada yang ngetag foto, namanya familiar, oh gue inget, dia Dork, termasuk Dork awal-awal jaman basecamp masih di Mendawai. Dia ngetag foto baru abis beli sepatu Zero Hate x Saint Barkley, dan gue lihat locationnya Universal Music Indonesia. Gue iseng buka profilenya, ternyata dia emang kerja di Universal Music Indonesia. Gue komen minta kontek A&R Universal, dikasih, dan kami janjian ketemu.

Ternyata yang mau ketemu langsung pak Jan Djuhana, A&R Director Universal Music Indonesia. Cool ol' champ. Singkat cerita, Universal tertarik untuk release, dan menyerahkan proses kreatif sepenuhnya ke Pee Wee Gaskins. Management juga tetep Pee Wee Gaskins yang pegang. Pretty good deal, dapet network lebih besar. 15 lagu dipilah jadi 10, supaya isinya fresh dan karakter tiap lagunya kuat. Sisanya ditabung. Black And White, No Strings Attach, You Throw The Party We Get The Girls, dan 2 titel rahasia lainnya masih disimpen. Ini udah akhir tahun 2015, dan kami ngejar rilis di awal tahun 2016, jadi gak ngejar kalau dimixing Scott, dan hasilnya juga kurang maksimal karena dia ngerjainnya di rumah. Sayang banget mesti kehilangan nama Scott untuk di album ini, but we need to decide, and we decided to give the honor to Stephan Santoso.

Tanggal 4 Maret A Youth Not Wasted resmi release di iTunes dan menempati posisi ke 2, dibawah Adele.


So yeah, that's my side of the story.

A Youth Not Wasted udah jadi slogan Pee Wee Gaskins, nempel di bass gue, dipilih jadi judul album karena mewakili semua lagu yang ada di dalamnya, tentang masa muda yang tidak disia-siakan.

I hope you enjoy this as much as I do.

Cheers!

x Dochi

https://itunes.apple.com/id/album/a-youth-not-wasted/id1084205691


Senin, 16 November 2015

Drips.

This place is full of my belongings..

But I don't feel like home

The blanket is tidy, the mattress is big enough for two..

But i'm cold and left alone

The car keys are at the top of the drawer of your make up and fake eye lashes shelf, they just lay there still silently judging me as i come undone.. Getting ready for my late night bath.. I'm sitting here like a sponge letting everything soaks.. Listening to the water flows through the shower..

I wish it was the smell of petrichor instead.. I'm sure it wasn't.. It was more like a dried tears hidden somewhere beneath some ingrown hairs....

As i said to myself.. Marriage is hard, marriage is hard.. It was still my choice to make.. And submitting myself with idea of not feeling lonely anymore.. On tv nights and whatnots.. It was still the best decision i've made.. Even if it kills me

But afterall, my journey was never easy and i made it through so far.. Though bones break, and sweat sweats, and laughter slowly fades..

And then i saw him.. And he was me, only older and wise.. He was me, only thinner and less bitter..

The ghost in front of me smirks..

The ghost of me.. The future me..

He said, "this too shall pass, i won't tell you how the story goes, but worry not, things are always hard and this time is not easy, but the lesson you'll take in the end pays all the debt of your recent sorrow and you'll step forth.."

It gets bitter and cold..

But if growing up is getting old, and being older is better, then i'll get better after..

Nothing changes except everything

And i will always love you, just the same.

Kamis, 01 Oktober 2015

BAND 101: Apakah band butuh pemimpin?

“Aku punya band, aku harus ngapain ya?”

Sebuah pertanyaan yang lumayan sering ditanyakan ke gue belakangan ini. Menarik.
Tapi ya jawabannya kembali ke si penanya, mau dibawa kemana band nya?
Nah ini postingan pertama gue di sini, dalam kesempatan ini gue mau bahas sedikit tentang suatu hal yang dinamakan ego.

Sering sekali gue denger curhatan seorang fans, dia punya band, tapi di dalam band tersebut susah banget menyatukan kepala mereka, semua egonya besar sekali.
Well, ego itu gak selamanya hal yang buruk. Ego yang nyetir seseorang untuk menjadi seperti apa yang dia mau. Bisa dibilang, ego ini bahan bakar untuk terus berjalan.
Tentu saja, ego yang berbeda arahnya pasti juga berbeda. Itulah kenapa kapal cuma ada 1 nahkoda. Begitu juga idealnya sebuah band.



Atau gampangnya gini deh, pernah kepikiran gak kenapa motor setirnya cuma satu? Ya bayangin aja kalau setirnya ada dua, gak akan nyampe-nyampe tuh apalagi kalo masing-masing yg nyetir beda tujuan.

Cari 1 orang dengan ego yang paling besar dalam band, tunjuk dia menjadi nahkoda. Band itu sebuah team, dan sekali lagi, team butuh pemimpin.

Kenapa butuh pemimpin?
Sebuah band tanpa pemimpin biasanya tidak ada ambisi.




Band yang berjalan dengan system total demokrasi alias semua berdasarkan voting terbanyak untuk mengambil keputusan  biasanya akan berahir stagnan dan lambat pergerakannya.
Logikanya seperti ini. Ada 10 orang di dalam kelas, diantaranya ada 2 murid pintar, yang lainnya rata-rata. Kalau voting dan mayoritas tidak setuju dengan suara minoritas, belum tentu keputusan yang diambil adalah keputusan yang bijak, bukan?

Pemimpin harus bisa mengambil keputusan.

Pemimpin gak harus yang paling jago main alat musik. Tapi balik lagi ya, band itu kumpulan orang yang bermain musik, jadi ambisi saja tidak cukup, bakat jangan lupa diasah. Berlatih dan berlatih.

Seorang pemimpin harus professional.

Perlu di ingat bahwa bermusik adalah karir dengan tantangan yang sangat besar yang membutuhkan banyak pengetahuan, bertahun-tahun latihan, disiplin, kreatif, dan kemampuan berorganisasi. Untuk dihargai, seorang pemimpin harus punya sifat professional. Tepat waktu, organized, dan siap menghadapi masalah.

Seorang pemimpin harus punya kesabaran.

Membutuhkan banyak waktu untuk mencapai impian dalam sebuah band, kalau grasak-grusuk cepet capek dan akhirnya cepet nyerah juga. Sabar. Nikmatin perjalanan dari sebuah band. Banyak berlatih, ciptakan suasana nyaman dalam sebuah band. Latihan, latihan, dan latihan.

Seorang pemimpin harus punya rasa hormat.

Seperti halnya dalam sebuah hubungan, semua ekspektasi harus dibahas. Ingat bahwa setiap musisi punya bakat, ide, personal goal, dan gairah yang berbeda. Biarkan itu berkembang. Sikap menghargai ini akan membuat band penuh dengan energi positif dan ide yang segar. Berikan motivasi.

Seorang pemimpin harus bisa berpikiran terbuka.

Gaya berfikir orang pasti berbeda. Adain sesi brainstorm. Bertukar pikiran, lihat dari perspektif yang berbeda. Biarkan semua berkontribusi. Dan pada akhirnya, ambil keputusan.

Seorang pemimpin harus bisa melihat gambar besar.

Tentukan arahnya mau kemana, lihat gambar keseluruhannya tapi jangan luput hal kecil yang mesti diperhatikan. Pay attention to small details. Pada akhirnya seorang pemimpin harus bisa mewujudkan, menjelaskan konsep, dan tentukan apa yang harus dilakukan kedepannya.
Kadang kewajiban pemimpin terlalu banyak, yang berikutnya harus dimiliki seorang pemimpin adalah kemampuan untuk mendelegasi.

Seorang pemimpin juga harus sadar diri. 

Bahwa sebuah band bukan mesin, dan pemimpin bukan seorang dictator.  Walaupun kadang tidak setuju dengan pendapat yang lain, at least dukung pendapatnya dan ingat, perlakukan orang sebagaimana lo mau diperlakukan.



Yang paling penting,

Seorang pemimpin harus jadi motivator.

Semua proses yang terjadi dalam perjalanan sebuah band, nikmatilah. Perjalanannya gak selamanya menyenangkan. Jadi mesti sabar-sabar. Hehe.
Nah, jadi kalo punya band, sekarang tunjuk siapa yang jadi pemimpinnya. Ingat, nahkoda kapal itu 1, dan masakan juga rasanya akan aneh dan tidak enak kalau juru masaknya banyak.

Semua orang bisa menjadi pemimpi, tapi gak semuanya bisa jadi pemimpin.

baca postingan gue di www.ngapainaja.com

Jumat, 11 September 2015

How To Get Girls?

Gue sempet buka line buat nanya-nanya, penasaran sama pikiran orang-orang di timeline yang follow gue.. ada yang menarik, ada yang cuma pengen basa basi aja, kebanyakan nanya solusi, minta tips seputar hubungan, tentang musik, dan tentang apapun lah random.. Sebagian seru.. kebanyakan membosankan :)
Oia id Line nya tanyadots. Gue buka kalo lagi senggang aja di laptop, jadi ya kl ada yg coba-coba nelfon percuma, gak akan bisa juga ha ha ha.

Ini salah satu pertanyaan template, kenapa gue bilang template? karena 80% pertanyaan dari cowo adalah nanya gimana cara dapetin cewe yang dia suka.

Ada beberapa hal sih yang mesti diperhatikan, pertama lo harus punya dan tau apa yang dimaksud dengan "konsep diri".

Konsep diri adalah pandangan dan sikap individu terhadap diri sendiri. Pandangan diri terkait dengan dimensi fisik, karakteristik individual, dan motivasi diri. Pandangan diri tidak hanya meliputi kekuatan-kekuatan individual, tetapi juga kelemahan bahkan juga kegagalan dirinya. Konsep diri merupakan inti dari kepribadian individu. Inti kepribadian berperan penting untuk menentukan dan mengarahkan perkembangan kepribadian serta perilaku individu.

Itu barusan pengertiannya, menurut wikipedia. Gak beda jauh lah kaya pelajaran di mata kuliah DDP atau Dasar Dasar Psikologi.

Kenapa harus tau konsep diri? Ya sebelum lo "menjajakan" atau "menawarkan" diri lo ke orang yang lo suka, lo harus tau dulu apa yang lo tawarkan.  Kira-kira tertarik gak dia? Ibaratnya lo mau jual bolpen ke orang, lo pastiin aja tuh bolpen layak gak. Mungkin tintanya gak terlalu bagus tapi desainnya menarik, nah itu bisa jadi point of selling. Ya kira-kira gitu analoginya. Lo ngerasa gak ganteng-ganteng amat, ya kasih liat bakat lo aja. Kalo ganteng engga, bakat ga ada, tapi lo pinter, ya tonjolin kepintaran lo. Kalo ganteng engga, bakat engga ada, pinter juga engga, tapi selera humor bagus? ya gunain humor lo aja. Kalo ganteng engga, bakat gak ada, pinter engga, gak lucu pula.. yah good luck aja deh haha.

Perhatian, tapi jangan posesif.
Kaya pasir, kalo genggam terlalu keras juga bakal keluar lewat sela-sela jari.

Eh kayanya standar sih kalo urusan gini mah logis aja juga teori juga banyak.

Cuma mau ngingetin aja, beda orang beda cerita.

Balik lagi ke yang tadi gue bilang sebelumnya, KONSEP DIRI. Kalo itu udah dikuasain sih, mau dapet sesuatu ngga susah.

Ok bye.

Rabu, 08 Juli 2015

Do you really love this town or are you just stuck here?

Tulisan ini gue tulis sebagai orang Jakarta, yang dibesarkan dari kecil disini, dan terus berusaha survive di sini.

Pertanyaan itu berulang kali muter di kepala gue, apalagi akhir-akhir ini.. dimana lalu lintas makin gila, dan keluhan orang-orang terdekat tentang gimana mereka pengen pindah dari sini..

Tapi setelah direnungi lagi.. bener gak sih mau pindah? rasional gak sih? worth it gak sih?

Gimana kalo cuma emosi? kaya lagi ngambek sama pacar terus gak mau ketemu? sama kaya lagi penat banget sama macet terus pengen pindah? kalo udah pindah terus ternyata Jakarta itu yang paling pas sama lo gimana?

Sometimes we took the one we love for granted.. dan pindah kota bukan pilihan yang mudah.. iya kalau nothing to lose, iya kalo memang pindah kota karena sudah tidak ada yang bisa dilakukan disini dan tidak bisa bersaing.. iya kalo for the sake of adventure and nothing is at stake.

Gue pindah kota artinya tidak ada lagi Pee Wee Gaskins untuk gue.. atau tidak ada lagi gue untuk Pee Wee Gaskins.. 8 tahun membangun itu dengan sahabat-sahabat gue bukan sesuatu yang mudah dilepas.. dimana di situlah gue berkontribusi sesuatu yang selamanya tidak akan bisa ditukarkan dengan nilai apapun.. sebuah kecintaan yang tulus..

Tapi di sisi lain, gue juga gak bisa memikirkan diri gue sendiri.. bagaimana jika orang terdekat tidak nyaman lagi di sini?

Cus everytime they whine, it just keeps bringin me down.


Jakarta, cinta dan benciku seimbang untukmu.

They say, everybody is stuck here in Jakarta, well.. everything is IN Jakarta.

Business, entertainment, women, drugs (lol).. all in Jakarta.

Semua kebutuhan gue, bisa dapetin di sini.

It's not all about business.. walaupun when it comes to growing up children kayanya gue milih kota lain, mungkin Bali atau Bandung.. but i don't have any yet..

I don't know, i see myself as a highly adaptive person.. I can survive everywhere in the world.. Well.. siapin mentalnya dulu dan dipertimbangkan matang-matang dulu.


So.. what are your thoughts? leave comments please.

Kamis, 25 Juni 2015

Hal-Hal Yang Tidak Ingin Kamu Ketahui Tentang Aku Yang Aku Tidak Ingin Kamu Ketahui

Hahaha.. jadi tadi iseng ngetwit ngeblog apa, terus Anji bales "Tentang Aku" boleh juga tuh..
tapi kali ini gue mau nulis yang gue sebenernya males banget mesti bilang karena harusnya seiring lo kenal gue juga nanti lo tau sendiri.. tidak peduli resiko "sombong banget lo" kan ini blog gue dan lo sendiri yang meluangkan waktu lo untuk membacanya berarti lo yang pengen tau.. ya kan? kalo emang gak setuju sama apa yang akan gue tulis, baiknya sampai disini aja bacanya, lanjut ke post lainnya aja


-------batas baca kalo emang gak pengen tau, kalo pengen tau ya lanjut, sudah diperingatkan ini hal-hal yang gue gak pengen lo tau dan hal-hal yang lo gak pengen tau--------------

1. don't bro me if you don't know me.
gue males banget dipanggil bro sama orang yang gue gak kenal.. entah kenapa, emang gak suka aja, bagi gue pertemanan itu hal yang sakral, dan ada prosesnya dan gue menikmati proses pertemanan, tapi sok kenal itu hal yang lain lagi.

bro, bos, bor, brur, apa lah itu..

kadang gue pake panggilan itu ke orang yang gue gak kenal emang sengaja untuk mocking.
kalo emang kenal gak masalah sih.

2. i LOATHE camera blitz.
buka kamus dikit, loathe apa sih?

loathe
lōT͟H/
verb
verb: loathe; 3rd person present: loathes; past tense: loathed; past participle: loathed; gerund or present participle: loathing
feel intense dislike or disgust for

yes, mata gue sensitif, mungkin karena imbas dulu gue sering baca di tempat gelap, sambil tiduran, nonton tv terlalu deket, kebanyakan di depan monitor komputer, yang bikin dijepret pake blitz apalagi dari deket sangat mengganggu gue, gak jarang gue akan merem atau langsung pergi.

3. Without my glasses, i'm naked.
kalau seandainya ada yang minta foto terus bilang "buka dong kacamatanya" biasanya gue akan bales "yaudah buka kerudungnya" (kalo pake kerudung) atau "yaudah lo juga buka celana lo"
deal with it man, my glasses (or sunglasses) is a big part of me and with it i feel whole.

4. most of the times i avoid eye contact.
i'm timid. apa ya itu timid.. pemalu? ya, pemalu. introvert. insecure. gue gak nyaman terlalu lama diliatin secara langsung. gak nyaman aja. tapi kalo udah diatas panggung, gue bisa jadi orang lain. haha.

5. i don't like being poked.
gak tau kenapa tapi dicolek itu rasanya direndahkan.

6. i like telling stories, but i love hearing stories.
jangan pernah menyia-nyiakan pertanyaan "ada pertanyaan?" dari gue karena itu bagian yang paling gue seneng dari sebuah interaksi. yup, sama sekali bukan foto bareng. pengalaman pribadi gue pun begitu, gue lebih memilih berinteraksi verbal dengan idola gue dan mempergunakan sedikit waktu itu untuk bertukar wacana. makanya gue gak punya foto bareng Rivers Cuomo, Graham Coxon, Jordan Pundik, ini beberapa idola yang gue ketemu bbrp kali tapi gak pernah ada pikiran mau foto bareng, karena waktu ketemu gue lebih pengen tau isi kepalanya dibanding foto bareng mereka.. karena lebih langka kesempatan ngobrolnya.. kecuali emang waktu mereka banyak. Gue ketemu Rivers pertama waktu Weezer manggung di Jakarta dan sempet ngobrol, gak lama ketemu lagi di Jepang dan pas ngobrol lagi ternyata dia masih inget.. itu priceless sih.. bbrp orang yang ketemu gue di lepas panggung Pee Wee Gaskins dan lebih sering ngobrol daripada minta foto bareng itu yang masih gue inget sampe sekarang.. karena kalo sekali udah inget, susah lupanya. it's a cool feeling to be remembered.

7. i like to keep myself as a mistery, you'll never really know me

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.




get it? if you do, i'm so proud of you.

Kamis, 29 Januari 2015

Minor Updates.

YO! MAU NULIS TAPI NULIS APA YA??

haha.. mulai dari beberapa update deh, biarkan mengalir.. i'm married btw! kayanya udah nulis itu sebelumnya tapi di blog yang gue baru bikin di www.marriedwcats.blogspot.com that one is more marriage-related, this one? i can pretty much write anything here.

OH! i just dyed my hair red... why? because i feel like to. that's why. lalu ada yang nanya "kok jadi k-pop?" well you idiot, referensi lo aja yang kurang, rambut diwarnain terus bilang k-pop, kemana aja lu 20 taun kebelakang? kemana waktu Fat Mike dari taun 90an rambutnya merah, Billie Joe? Hi-Standard? atau bahkan GUE DI VKLIP DIBALIK HARI ESOK JUGA RAMBUTNYA MERAH, ga semerah sekarang sih.. lo tau k-pop juga baru beberapa taun kebelakang. lol. enak ya marah-marah? gak sih, lebih enak sex. apalagi halal.


oh shit udah denger drama Tom Delonge vs Mark Hoppus & Travis Barker? gila gila perasaan gue kaya anak yang orang tuanya berantem dan gak tau mau ikut yang mana.. dan lalu ada Matt Skiba? wah rasanya kaya salah satu orang tua gue dapet pacar yang lebih cool dan gue berharap mereka nikah tapi disisi lain gue sedih orang tua gue pisah....... somehow semakin jauh gue gali semakin bisa gue relate sama apa yang gue jalani.... ah tapi lain kali aja deh cerita itu.. i'm not gonna let it soak in!

banyak unfinished business nih... pertama DVD Be Scene And Be Seen, rockumentary yang kami buat di Jakarta dan Tokyo, tentang perjalanan kami sampai akhirnya bisa main di Summer Sonic 2012 pada waktu itu.. keren man.. setiap gue tonton ulang selalu ada suntikan semangat! "Lalu ko ga dirilis?" hehe gak sesimpel itu bang bor..... well, kami juga ngalamin yang namanya drama-drama dalam industri, pada saat itu posisi gue sebagai desicion maker lumayan bikin gak enak.. kami sampai di waktu dimana kita sebagai band tidak sejalan dan sevisi dengan label yang menaungi kami, sementara gue dan bos-bos labelnya gak punya masalah personal, kami sering ngobrol diluar kerjaan, tapi karena sering gak sejalannya visi bikin konflik hubungan antara gue dengan label itu, sampai akhirnya kami pengen cepet-cepet habis kontrak. klausul dalam kontrak kami adalah "3 album dan atau 4 tahun", sementara itu udah tahun ke 4 kami, syarat 3 album belum kami penuhi, karena kami baru rilis 2 album (The Sophomore & Ad Astra Per Aspera), makanya akhirnya kami pengen cepet-cepet bikin album baru dengan judul "Epilog" yang merupakan penutup kerjasama dengan label yang sudah menaungi kami selama 4 tahun kebelakang. Proses produksi berjalan, bahkan kami sudah sempat shoot vklip untuk single pertama di album tersebut, Nikmati Hari. Desain cover juga udah kelar, semua tinggal produksi.. tapi kami gak puas dengan hasilnya.... semua terasa terburu-buru dan tidak dibuat sepenuh hati.. buat apa rilis album kalo hasilnya kami sendiri gak puas, cuma untuk bisa keluar dari label? Akhirnya kami pelajari ulang kontraknya, dan singkat cerita, label sempat rilis DVD Ad Astra Per Aspera Live! Akhirnya kami perjuangkan itu sebagai album ke 3, sebagai penutup kontrak.. hasilnya? Pee Wee Gaskins akhirnya selesai kontrak dengan label, dan kami bisa fokus kerjakan album yang lebih matang!

gue masih bingung masih aja tu Epilog ditagih-tagih padahal dalam perjalanan kami udah sempat rilis 2 EP GRATIS -- Transit & 2014. D-U-A EP GRATIS! Yang kami kerjakan sepenuh hati. lol. jadi masalah Epilog udah jelas ya? Terus Be Scene And Be Seen gimana? ko belum rilis????

Semenjak membicarakan proses keluarnya Pee Wee Gaskins dengan label kami, kami belum pernah duduk satu meja lagi (dengan label tsb) untuk membicarakan plan kedepan, atau plan yang belum terealisasi. Materi yang ada di DVD tersebut masih terikat kontrak publishing dan kami belum membicarakan lebih jauh lagi nasibnya gimana hehe jadi ya sabar aja dulu.. sekarang fokusnya lagi ngerjain album baru...

 A YOUTH NOT WASTED!

kbye.



Kamis, 10 Juli 2014

sebuah tulisan sensitif berjudul... keyakinan

have you ever thought about religion?
is religion man-made to create order?

for sure, religion is a sensitive thing.. keyakinan, adalah hal lain lagi.. butuh pencarian untuk menemukan keyakinan, jujur gue melewati banyak proses sampai akhirnya gue yakin sama yang gue yakini.

gue terlahir di keluarga Islam, dibangunin solat subuh dan solat jamaah di mushola kecil di rumah adalah hal yang gak jarang gue lakuin di rumah sedari gue kecil sampai gue remaja, di ujung remaja gue, gue memutuskan untuk tinggal sendiri, ngontrak rumah kecil bareng temen-temen. Apakah kebiasaan gue dari kecil itu nempel terus di gue? jujur engga. karena itu kebiasaan, rutinitas yang akhirnya pelan-pelan gue tinggalin karena waktu itu esensinya mulai pudar seiring rutinitas baru.

ada saatnya gue mempertanyakan semuanya.

ada saatnya gue deist, atau deisme. percaya emang ada Tuhan atau "the greater being" atau "the Architect", tapi tidak percaya agama karena agama buatan manusia. percaya neraka dan surga? tidak, waktu itu gue gak percaya karena apapun yang gue lakuin, gue gak percaya kebaikan yang gue lakuin butuh reward, dan kejahatan yang gue lakuin akan langsung ditebus di dunia.

gue mulai nanya-nanya hal seperti, "lo berdoa gak?" ke temen-temen gue yang beragam agama. "dikabulin gak doa lo?" mereka menjawab "ya, kadang dikabulin, kadang engga" "tapi lo yakin kan sama siapa lo berdoa?" jawaban mereka, "ya" hal-hal yang secara rasional gak akan bisa dijelasin.. jadi kalo semua orang berdoa kepada tuhannya masing-masing, Tuhan siapa yang benar?

di saat itu, gue baca dan cari tau banyak hal. gue baca injil, jujur gue gak ngerti, gue baca kitab-kitab lain, baca dan pelajari konsep semua agama, gak ada yang salah, Tuhan itu satu, tapi Dia punya banyak nama, itu pikir gue saat itu. Gue baca Al-Qur'an tapi bagian terjemahan bahasa Indonesia, supaya gue mengerti. Gue baca sekali, gue gak ngerti, baca dua kali, mulai kebayang, baca tiga kali, akhirnya semakin relevan. Sampai gue tau, bahwa di literatur Islam, ada yang namanya tauhid rububiyah.. semua mahluk pada dasarnya mengakui pada dasarnya mengakui tuhan yang mencipta dan maha kuasa.. mereka mengakui, bahwa yang menciptakan mereka adalah tuhan, semua keyakinan sepakat. Jadi semua agama, keyakinan, umumnya bertauhid rububiyah.. kristen.. hindu... budha.. kejawen... etc. tauhid selanjutnya, menurut "penelitian" kecil gue, adalah tauhid ululliyah.. yaitu mereka menyembah, berdoa, hanya pada Allah, tidak kepada yang lainnya.. dan proses itu tidak bisa dipaksakan... karena butuh pencarian sendiri.

semua orang yang hidup di dunia butuh pedoman.. lo baru beli barang elektronik, dapet manual book.. lo bisa aja cari tau sendiri tombol ini buat apa, itu buat apa, kalo rusak diapain, tapi ada manual book disitu..

gue memang bukan orang yang taat, gue tau gue banyak melakukan banyak hal yang dilarang Islam, tapi disitu kuncinya, gue tau gue itu dilarang, dan gue tau konsekuensinya, untuk masalah keyakinan, gak perlu dipertanyakan,  dan yang jelas gue nulis ini bukan untuk mempengaruhi atau menganjurkan atau apa, apapun keyakinan kalian, gue hargai, tapi manusia yang merasa dirinya adalah pusat dari alam semesta akan melakukan banyak kehancuran. rangkul erat-erat yang lo yakini, carilah Tuhan-mu dengan caramu sendiri.

dan jangan pernah menjadikan keyakinan untuk alasan berseteru dengan orang, karena semakin kecil keyakinanmu, semakin kamu akan memaksa keyakinanmu ke orang lain. ketidakyakinan adalah bentuk dari keyakinan... untuk mengakhiri tulisan ini, gue akan masukin 1 video yang lumayan membuat gue mikir:





we share common grounds,
don't judge people by their faiths.


-----------------------------------------

footnote: setelah gue baca komen-komennya lagi, ternyata banyak juga yang gak dapet apa yang gue sampein diatas..
intinya adalah gue nulis bukan untuk tidak sepakat. bukan materi debat. masalah keyakinan, islam agama yang gua anut, segala isi dan pemahaman bukan sesuatu yang untuk dinilai kalian, manusia. apakah gue ada tanggung jawab untuk menyampaikan apa yang gue tau dan apa yang gue gak tau? gak.. itu balik ke masing-masing, mau mencari tau? well, ada Qur'an.. help yourself :)

Selasa, 28 Januari 2014

"Have You Ever Thought About Leaving?"

Earlier today, I asked that question to several people I know, a question about how much more you can bear this city, the city that we grew up, that some of us call home, some of us just stuck here and struggle to survive. Me, I wasn't born here, but I grew up here.

Fuck the traffic, fuckin' love the city.

Yes, the traffic is unbearable, I do admit that I contribute to the traffic by driving my own car here and there, but hey, where i'm going, it will take me more effort to take public transportation, plus, I pay my taxes so I deserve better infrastructure, ain't gonna ride crappy Metro Mini or Kopaja where in the past I lost my wallet and got robbed several times. So yeah. Plus I need everything in my baggage.

So, back to the question.

"I never thought about actually leaving, because everywhere I go, I always have this feeling of missing home. When I was away, I missed a lot of things that I left behind, and I was really looking forward to go back to those things I had in mind. So I thought, Jakarta was it, I knew because I've been to other places but Jakarta was always on the back of my mind.

But then I went back and things weren't the same."

I got that from a friend.

In some way, I love it enough to tolerate, that's why I stay and still hope that things will get better, it's like a relationship with this city, you get hurt sometimes, and I think i'm still here hoping to regain what i've lost, in vain.

Nevertheless, I'm not lucky enough to have parents that will throw me money to spend to start a new life abroad, I mean i had that chance, studying abroad, but threw it away for some girls in the past. My parents pampered me well though, they raised me well to always feel enough. Some people I know have the capability to decide and just go because they were born rich. (You thought i was going to say "but i'm stuck here in this hell hole" right? no I wasn't gonna say that) I still have mouths to feed, projects to finish, people that I care, my family, and most of all, MY CATS.

But my children deserve a better environment to grow up. They need better education, better infrastructure, and I will make efforts for that to happen. I'm not gonna force anything though, but keep this in mind, it will actually cost more to live here with the same field of work, why? You're gonna need to buy a car, a house that you can afford probably located at the edge of the town, which leads to more stress due to traffic, and good education is expensive unless you're smart as fuck and get scholarship. Boom.

In the mean time, I'm here for this city, and everywhere I go, any place that I will end up at, I will always be that "awesome Indonesian guy Dochi" and home isn't just here, a city, a country, earth is home. And i'm keen to explore.

I hope we will have a good leader for this country, get rid of corruption, build proper infrastructure, fix the economy. Looking forward for future election. Really.

In conclusion, do i really think about leaving? well, to put it in good words, my heart will always be here.

~dots

Minggu, 18 Agustus 2013

DORK

have you wondered what a real dork would be? do you consider yourself as a real dork? i think i am.
and i will give you a few list of why i consider myself, a dork.

i like small things that make me happy.

i like to scream at characters in movies to do things

i like looking at the clock and seeing that it's 12:34 or 11:11

i like watching movies and not watching it

i like to hi-5 lil kids and babies

i like going to a book store not knowing what do i want to get, just the idea of going to the book store

i like laughing so hard i start crying

i like listening to couples how they met

i like looking at lights at night, sometimes it looks brighter than it is during the day

i like it when i learn a new word and then suddenly start seeing it everywhere

i like morning messages

i like organizing things, like keeping my clothes color coordinated in the drawers, i can be a bit neurotic

i like staying up so late that everything becomes funny

i like going to vacation until i don't know what day it is because it just don't matter anymore

i like going on a car ride at night

i like long walks

i like parks

i like to make a face on a plate with the food that i don't finish eating

do you do the same too?




if you read the older post of this blog, you'll get to the "awesome thing #" part.